Petani Margahayu Mulai Alihkan Fokus dari Karet ke Sawit, Dinilai Lebih Efisien dan Menguntungkan

img

(Kepala Desa Margahayu, Rusdi/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Perubahan pola tanam mulai terlihat di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), seiring dengan pergeseran minat petani dari komoditas karet ke kelapa sawit. Pergeseran ini dipicu oleh pertimbangan efisiensi kerja dan kestabilan pendapatan.

Hal ini diungkapkam Kepala Desa Margahayu, Rusdi, ia mengatakan bahwa kelapa sawit dianggap lebih mudah dikelola dibandingkan karet.

Jika karet membutuhkan penyadapan setiap hari, maka sawit cukup dipanen seminggu sekali. Hal ini membuat para petani merasa beban kerja lebih ringan dan waktu lebih fleksibel.

"Kalau nyadap karet harus setiap hari tanpa libur, sedangkan sawit panennya hanya sekali seminggu. Jadi petani merasa lebih ringan," ujarnya saat ditemui belum lama ini.

Rusdi juga menambahkan bahwa keberadaan pabrik kelapa sawit milik PT Niagamas Gemilang yang lokasinya cukup dekat dengan desa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga.

“ Dengan akses pasar yang cepat dan biaya distribusi yang rendah masyarakat kami menilai hal ini  memberikan keuntungan ekonomi lebih bagi petani,” katanya.

Rusdi mengaku meski tren peralihan terus berjalan, sebagian petani tetap memilih bertahan dengan karet.

Menurutnya, sebagian petani mempertahankan tanaman karet karena harga getah yang masih stabil meski ongkos operasional lebih tinggi, terutama karena jarak ke pabrik pengolahan cukup jauh.

“Masih banyak petani yang andalkan karet karena harganya lumayan stabil. Tapi memang biaya transportasinya cukup berat,” jelasnya.

Sebagai langkah dukungan, ia juga mengaku pemerintah desa bekerja sama dengan BUMDes setempat untuk membantu proses pemasaran hasil perkebunan, baik karet maupun sawit.

“Kerja sama itu kita upayakan untuk menekan biaya operasional sehingga hasil yang diterima petani lebih meningkat,” terang Rusdi.

Kades Margahayu tersebut juga menambahkan jika distribusin karet lancar dan biaya angkut bisa ditekan, pasti hasil yang didapatkan para petani diwilayahnya akan lebih terasa untuk kebutuhan mereka. (Adv/Tan)